
Pembinaan Kepala Sekolah dan Rakor Majelis Dikdasmen PDM Boyolali
Boyolali, 10 September 2025
Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Boyolali menyelenggarakan Pembinaan Kepala Sekolah dan Rapat Koordinasi (Rakor) pada Rabu, 10 September 2025 di Aula PDM Boyolali. Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua PDM Boyolali, Drs. KH. Ali Mucshon, dan diikuti oleh para kepala sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Boyolali.
Dalam sambutannya, KH. Ali Mucshon menekankan pentingnya menanamkan nilai pendidikan infak sejak dini melalui Lazismu. Menurut beliau, sekolah Muhammadiyah harus menjadi motor penggerak lahirnya generasi peduli dan berkomitmen kuat dalam gerakan filantropi Islam.
Selanjutnya, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Boyolali, Drs. Kamtar, menyampaikan hasil rapat bersama Lazismu. Beberapa poin penting yang ditekankan, antara lain:
- Setiap sekolah harus mulai memperkuat kerja sama dengan Lazismu serta menjadi Kantor Layanan (KL) di wilayah terdekat.
- Pentasyarufan kembali seluruh madrasah, dengan target 10% atau disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga.
Selain itu, Drs. Kamtar juga menegaskan sejumlah arahan strategis untuk pengembangan sekolah Muhammadiyah di Boyolali:
- PPDB harus dimaksimalkan dengan memperluas jangkauan hingga antar-kecamatan dan kota.
- Kepala sekolah yang masih produktif dapat diberikan amanah hingga tiga periode kepemimpinan.
- Setelah tiga periode, kepala sekolah dapat ditugaskan di AUM terdekat yang membutuhkan penguatan, dengan tetap melibatkan pengajian ta’awun dari madrasah asal.
- Rotasi kepala sekolah disesuaikan dengan arahan Rakornas Majelis Dikdasmen Pusat.
- Banyaknya kader unggul yang direkrut sekolah lain menjadi perhatian serius; karena itu perlu langkah nyata untuk mengamankan kader terbaik di AUM Muhammadiyah.
- Sekolah segera membuka program unggulan sebagai respon terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Rakor ini berlangsung penuh semangat dan menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat peran sekolah Muhammadiyah di Boyolali, baik dari sisi mutu pendidikan, kaderisasi, maupun kemandirian ekonomi melalui gerakan infak bersama Lazismu.
kontributor : Agus Sutrisno


Comment