
PCM Boyolali Gelar Kajian Fiqih, Hadirkan H. Syarafuddin, Lc., M.Ag.
Boyolali, 11 Juni 2026 – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Boyolali kembali menyelenggarakan pengajian rutin malam Jumat yang diikuti berbagai unsur persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah di wilayah Boyolali. Kegiatan berlangsung pada Kamis malam (11/6/2026) di Kantor PCM Boyolali, Jalan Pandanaran No. 269 Boyolali.
Pengajian tersebut dihadiri oleh Tim 13 PCM Boyolali, Tim 17 dan anggota Majelis Aisyiyah Boyolali, para ketua dan anggota majelis PCM, perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang terdiri dari SD Muhammadiyah Program Khusus, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM), SMP Muhammadiyah 1 Program Khusus, SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, serta pengurus ranting Muhammadiyah se-Boyolali dan jamaah pengajian malam Jumat.
Pada kesempatan tersebut, PCM Boyolali menghadirkan H. Syarafuddin, Lc., M.Ag. sebagai narasumber dengan materi kajian bertema Fiqih. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak jamaah untuk terus memperdalam pemahaman keislaman, khususnya dalam aspek fiqih yang menjadi pedoman umat Islam dalam menjalankan ibadah dan kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan mendapatkan perhatian besar dari peserta yang tampak antusias mengikuti kajian hingga selesai.
Ketua PCM Boyolali, Roch A. Hasman, menyampaikan bahwa pengajian rutin malam Jumat merupakan salah satu sarana pembinaan ideologi dan penguatan pemahaman keagamaan bagi warga Muhammadiyah. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin silaturahmi yang semakin erat antarunsur persyarikatan sekaligus meningkatkan kualitas pemahaman agama di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh dan Tarjih PCM Boyolali, Suherman, berharap kegiatan kajian seperti ini dapat terus diikuti secara aktif oleh seluruh warga Muhammadiyah dan Aisyiyah. Menurutnya, pengajian rutin menjadi wadah penting untuk menambah ilmu, memperkuat ukhuwah, dan meneguhkan komitmen dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Kajian berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Para peserta mengikuti materi dengan seksama dan memanfaatkan sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman terhadap berbagai persoalan fiqih yang berkembang di masyarakat. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar ilmu yang diperoleh membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta serta kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah di Boyolali.


Comment