Berita
Home » Berita » Ketua PDM Boyolali Resmi Buka Jambore Daerah Pandu Athfal Ke VIII Diikuti 2.070 siswa

Ketua PDM Boyolali Resmi Buka Jambore Daerah Pandu Athfal Ke VIII Diikuti 2.070 siswa

Ketua PDMKab. Boyolali Drs. ali Mushchon Simbolis Menyematkan Tanda Peserta Jamda HW Pandu Athfal Ke 8 di Lapangan Pandeyan, 5 / 09/26

BOYOLALI, 5 September 2026 — Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Boyolali, Drs. KH Ali Mushon, secara resmi membuka Jambore Daerah (JAMDA) Pandu Athfal Hizbul Wathan ke-VIII di Lapangan Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Sabtu (5/9/2026).

Pembukaan JAMDA berlangsung meriah dan penuh semangat kepanduan. Tampak hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Ngemplak, jajaran Kwartir Daerah Hizbul Wathan Boyolali, pimpinan Muhammadiyah, para pembina, serta tamu undangan lainnya. Dan Sederetan Tokoh Muhammadiyah Drs. Muhammad Muslih, Ketua PCM Ngemplak Muh Zumar, Ari Rosidi, jajaran Ortom Daerah Boyolali

JAMDA Pandu Athfal ke-VIII tahun ini diikuti 91 Qobilah SD/MIM se-Kabupaten Boyolali. Kegiatan tersebut melibatkan 138 tenda dengan jumlah peserta mencapai 1.070 siswa. Mereka datang dari berbagai sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah dengan penuh antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan jambore.

Dari keseluruhan satuan pendidikan yang menjadi basis kepanduan di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Boyolali, tercatat 102 sekolah, terdiri atas 101 SD/MIM dan 1 SD Aisyiyah. Keikutsertaan 91 Qobilah dalam JAMDA menjadi bukti kuat semangat sekolah-sekolah Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan kepanduan sebagai bagian integral dari pembentukan karakter peserta didik.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Boyolali, Drs. KH Ali Mushon, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang memiliki adab, akhlak, dan karakter yang baik.

Milad ke-69 SD Musamba, Berkarya Nyata Wujudkan Generasi Istimewa

Ia menyampaikan pesan “Al-Adabu Fauqal ‘Ilmi”, yang berarti adab berada di atas ilmu.

«“Adab lebih penting daripada kecerdasan. Apa artinya cerdas kalau tidak punya adab?” tegasnya.»

Menurutnya, anak-anak Muhammadiyah harus tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menunjukkan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadilah kader yang beradab. Jadilah kader yang berkarakter karimah,” pesannya kepada seluruh peserta JAMDA.

Pesan tersebut sekaligus menjadi ruh dari kegiatan kepanduan Hizbul Wathan. Melalui kegiatan di alam terbuka, anak-anak belajar tentang kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, tanggung jawab, kepemimpinan, keberanian, dan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama.

Fiqhun Nisa SD Muhammadiyah PK Banyudono Bekali Siswa Pemahaman Bersuci dan Adab Shalat

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan Boyolali, Mustamik, M.Pd., menyampaikan bahwa JAMDA Pandu Athfal merupakan momentum penting untuk memperkuat gerakan kepanduan di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Dengan jumlah peserta mencapai 2.070 siswa dan 138 tenda, kegiatan ini menjadi salah satu momentum besar bagi pembinaan kader Pandu Athfal di Kabupaten Boyolali. Jambore tidak hanya menjadi ruang bertemu dan bersilaturahmi, tetapi juga menjadi wahana belajar, berlatih, berkompetisi, sekaligus membangun persaudaraan antarpeserta.

Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, Pujiono, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya JAMDA Pandu Athfal ke-VIII.

“Selamat atas terselenggaranya Jambore Daerah Pandu Athfal ke-VIII. Semoga kegiatan ini menjadi ruang pembentukan karakter anak-anak kita, melahirkan kader yang tangguh, mandiri, beradab, berakhlak karimah, dan siap menjadi generasi penerus Muhammadiyah,” ungkap Pujiono.

JAMDA Pandu Athfal ke-VIII akhirnya bukan sekadar kegiatan kepanduan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu, adab, keterampilan, dan karakter.

PCM Boyolali Gelar Pengajian Malam Jumat, Bahas Akhlak

Dari Lapangan Pandeyan Ngemplak, Diikuti 2.070 siswa, 138 tenda, dan 91 Qobilah membawa semangat yang sama: menjadi Pandu Athfal yang cerdas, terampil, mandiri, disiplin, berkarakter, dan berakhlak karimah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement