
BOYOLALI – Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jawa Tengah yang digelar di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu, 7 November 2026, menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat perjuangan dan peningkatan kualitas guru Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Rektor UMS, Prof. Haris Joko Prayitno, menyampaikan pesan penting tentang empat daya yang harus dimiliki oleh setiap guru Muhammadiyah. Keempat daya tersebut meliputi daya panggil, daya juang, daya inovasi, dan daya saing.
Menurutnya, guru Muhammadiyah tidak cukup hanya menjalankan rutinitas mengajar, tetapi harus memiliki panggilan jiwa dalam mendidik, semangat juang dalam menghadapi tantangan, kemampuan berinovasi mengikuti perkembangan zaman, serta daya saing untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan Muhammadiyah sangat ditentukan oleh kualitas, dedikasi, dan kapasitas para gurunya.
Tidak hanya memberikan motivasi, UMS juga menunjukkan komitmen nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan Muhammadiyah. Rektor menyampaikan bahwa UMS siap memberikan beasiswa bisa 50% bagi guru-guru Muhammadiyah yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) maupun doktor (S3).
Komitmen ini menjadi angin segar bagi para guru Muhammadiyah agar tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kompetensi akademik serta profesionalitasnya.
Ketua FGM Kabupaten Boyolali, Pujiono, hadir bersama sekitar 650 guru Muhammadiyah dari berbagai sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Boyolali. Kehadiran rombongan besar tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan, silaturahmi, dan komitmen guru Muhammadiyah Boyolali dalam memajukan pendidikan.
Bagi FGM Boyolali, momentum Silaturahmi Akbar ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga kesempatan memperluas wawasan, membangun jejaring, dan menyerap inspirasi untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Pesan empat daya dari Rektor UMS patut menjadi refleksi bersama. Guru Muhammadiyah harus memiliki daya panggil agar mendidik dengan hati, daya juang agar tidak mudah menyerah, daya inovasi agar tidak tertinggal perubahan, dan daya saing agar mampu melahirkan generasi unggul.
Sebab, guru Muhammadiyah bukan sekadar orang yang bekerja di sekolah Muhammadiyah, tetapi pejuang yang menghidupkan cita-cita pendidikan Muhammadiyah.


Comment