
oleh : Pujiono
Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah/ Mudir PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Boyolali
الحمد لله الحمد لله الحمد لله
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، وبفضله تتنزل الرحمات، وبكرمه يبلغ المؤمنون مواسم الطاعات.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
اللهم صلِّ على محمد، وعلى آل محمد، كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.
أما بعد،
فيا عباد الله أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فإن تقوى الله خير زاد ليوم المعاد.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Hari ini adalah hari kemenangan. Hari di mana Allah memberikan kebahagiaan kepada orang-orang yang telah menjalani madrasah Ramadhan.
Namun sesungguhnya Idul Fitri bukan sekadar hari kegembiraan. Idul Fitri adalah hari kembali kepada fitrah, kembali kepada hati yang bersih, jiwa yang lembut, dan hubungan yang penuh kasih sayang.
Allah berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan dirinya dan mengingat nama Tuhannya lalu ia shalat.”
(QS. Al-A’la: 14–15)
Ramadhan telah mendidik kita menahan lapar, menahan amarah, menahan lisan, dan menahan hawa nafsu.
Namun sesungguhnya yang paling berat bukan menahan lapar, tetapi menahan kebencian dalam hati.
Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah,
Hari ini kita hidup di negeri yang besar. Negeri yang penuh keberagaman suku, budaya, dan pandangan.
Namun kita juga menyaksikan sesuatu yang menyedihkan.
Betapa mudah manusia saling mencaci.
Betapa mudah manusia saling menghina.
Betapa mudah manusia saling membenci hanya karena perbedaan.
Padahal Allah telah mengingatkan:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”
(QS. Al-Hujurat: 10)
Rasulullah bersabda:
لَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
“Jangan saling membenci, jangan saling iri, jangan saling memusuhi, dan jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Hari ini kita berdiri dalam satu shaf.
Yang kaya berdiri di samping yang sederhana.
Yang berpangkat berdiri di samping rakyat biasa.
Karena Allah berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)
Idul Fitri mengajarkan bahwa persaudaraan lebih tinggi daripada perbedaan.
Namun ada sesuatu yang sangat berbahaya di zaman kita hari ini.
Banyak manusia yang lebih mudah mempercayai berita di layar ponsel daripada mempercayai saudaranya sendiri.
Banyak orang yang lebih cepat menekan tombol “kirim” daripada menahan diri untuk tabayyun.
Padahal Allah telah mengingatkan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti.”
(QS. Al-Hujurat: 6)
Betapa banyak persaudaraan rusak karena berita yang belum tentu benar.
Betapa banyak silaturahim putus karena kata-kata yang ditulis dengan emosi.
Padahal Rasulullah bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim adalah yang membuat muslim lain selamat dari lisan dan tangannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah Idul Fitri rahimakumullah,
Izinkan saya menyampaikan sebuah kisah sederhana.
Suatu hari ada dua orang sahabat yang bertengkar. Mereka tidak saling menyapa selama bertahun-tahun.
Setiap Idul Fitri mereka datang ke masjid yang sama, tetapi mereka saling menghindar.
Hingga suatu hari salah satu dari mereka meninggal dunia.
Ketika jenazahnya dimandikan, orang yang dahulu bermusuhan dengannya berdiri di samping jenazah itu.
Ia menangis tersedu-sedu sambil berkata:
“Mengapa kita bertengkar begitu lama hanya karena hal yang kecil?”
“Sekarang aku ingin meminta maaf, tetapi engkau sudah tidak bisa menjawab.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Sering kali manusia baru menyesal ketika semuanya sudah terlambat.
Hari ini kita masih diberi kesempatan oleh Allah.
Masih bisa bersalaman.
Masih bisa meminta maaf.
Masih bisa memperbaiki hubungan.
Karena itu jika hari ini masih ada orang yang pernah menyakiti kita, maafkanlah.
Jika hari ini masih ada saudara yang pernah kita sakiti, datangi dan mintalah maaf.
Karena bisa jadi inilah Idul Fitri terakhir dalam hidup kita.
Allah berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.”
(QS. Ali Imran: 103)
Negeri ini tidak kekurangan orang pintar.
Tetapi negeri ini sangat membutuhkan orang-orang yang berhati bersih.
Orang yang tidak suka memecah belah.
Orang yang tidak mudah menyebarkan kebencian.
Orang yang menjaga persaudaraan.
Mulailah dari diri kita:
menjaga lisan,
menjaga tulisan, menjaga sikap, menjaga silaturahim
Karena bangsa yang kuat dimulai dari hati yang bersih dan persaudaraan yang kuat.
Semoga Idul Fitri ini benar-benar menjadikan kita manusia yang kembali kepada fitrah. Dan Marilah Kita Berdoa kepada Allah SWT Untuk Ukhuwah dan persatuan Umat, Bangsa dan Negara .
اللهم تقبل منا صيامنا وقيامنا وركوعنا وسجودنا.
اللهم اغفر لنا ولوالدينا ولجميع المسلمين والمسلمات.
اللهم ألف بين قلوبنا وأصلح ذات بيننا واهدنا سبل السلام.
اللهم أزل من قلوبنا الحقد والحسد والبغضاء.
اللهم اجعلنا من عبادك المتحابين فيك.
اللهم من كان بينه وبين أخيه خصومة فأصلح بينهما يا رب العالمين.
اللهم اجعل هذا البلد آمناً مطمئناً سخاءً رخاءً وسائر بلاد المسلمين.
اللهم لا تجعل هذا العيد آخر العهد منا برمضان.
اللهم إن كتبتنا من المقبولين فثبتنا على طاعتك.
وإن كتبتنا من المقصرين فاغفر لنا برحمتك.
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
وصلِّ اللهم على محمد وعلى آل محمد.
والحمد لله رب العالمين.


Comment