Berita
Home » Berita » Pengajian Ahad Pahing PCM Boyolali Angkat Tema “Al-Birr (Kebaikan) vs Al-Itsmun (Dosa)”

Pengajian Ahad Pahing PCM Boyolali Angkat Tema “Al-Birr (Kebaikan) vs Al-Itsmun (Dosa)”

Boyolali, 19 Juli 2026 – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Boyolali kembali menggelar Pengajian Ahad Pahing pada Ahad (19/7/2026) di Masjid Banaran, Boyolali. Kegiatan yang dimulai pukul 06.30–08.00 WIB ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Muhammad Da’i, M.Si., Apt., Wakil Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah.

Mengusung tema “Al-Birr (Kebaikan) vs Al-Itsmun (Dosa)”, pengajian mengajak jamaah untuk memahami perbedaan yang tegas antara perilaku yang diridhai Allah dengan perbuatan yang mendatangkan dosa. Materi disampaikan dengan merujuk pada nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis agar menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Prof. Muhammad Da’i menjelaskan bahwa al-birr bukan hanya sebatas amal ibadah, tetapi mencakup seluruh bentuk kebaikan, seperti kejujuran, amanah, kepedulian sosial, berbakti kepada orang tua, serta menjaga hubungan baik dengan sesama. Sebaliknya, al-itsmun adalah segala bentuk dosa yang lahir dari pelanggaran terhadap perintah Allah, baik berupa perbuatan, ucapan, maupun niat yang buruk.

Beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperbanyak amal saleh dan menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan. Menurutnya, masyarakat yang dipenuhi nilai al-birr akan melahirkan kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan.

Pengajian Ahad Pahing PCM Boyolali menjadi salah satu agenda rutin dakwah Muhammadiyah yang terus mendapat antusiasme masyarakat. Selain mendapatkan siraman rohani, jamaah juga memperoleh layanan pengobatan gratis yang didukung oleh RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali, sebagai wujud dakwah yang tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga kepedulian terhadap kesehatan umat.

Latih Upacara Pembukaan Kegiatan Athfal, SD Muh PK Banyudono Bekali Santri Siap Menjadi Penerus Panglima Besar Jenderal Soedirman

Melalui pengajian ini, PCM Boyolali berharap semangat menebarkan al-birr (kebaikan) semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga setiap muslim mampu menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun bermasyarakat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement