Berita

Tumbuhkan Pahlawan Lingkungan Sejak Dini, MLH PDM Boyolali dan Fakultas Geografi UMS Gelar Workshop Pengelolaan Sampah di SD Muhammadiyah Sambon

BANYUDONO – Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini merupakan langkah penting dalam mengatasi persoalan sampah. Berangkat dari semangat tersebut, Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali bekerja sama dengan Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Workshop Pengelolaan Sampah di SD Muhammadiyah Sambon, Banyudono, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas IV dengan suasana yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan.

Workshop dirancang menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan usia peserta. Kegiatan dibagi menjadi tiga sesi utama yang dipandu oleh para praktisi lingkungan dan akademisi dari Fakultas Geografi UMS.

Pada sesi pertama, Yuli Priyana dari MLH PDM Boyolali mengenalkan dasar-dasar pengelolaan sampah. Selama kurang lebih 20 menit, para siswa diajak memahami pengertian sampah, pentingnya memilah sampah sejak dini, jenis-jenis sampah, hingga mengenal warna-warna tempat sampah sesuai standar. Siswa juga memperoleh panduan praktis tentang cara memilah sampah dengan benar, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.

Sesi kedua dipandu oleh Rudiyanto dari Fakultas Geografi UMS. Suasana belajar dibuat semakin hidup melalui berbagai permainan edukatif, seperti maze (labirin) dan tebak jenis sampah. Melalui permainan tersebut, siswa tidak hanya belajar sambil bermain, tetapi juga memahami dampak negatif yang ditimbulkan apabila sampah tidak dipilah dan dikelola dengan baik.

Pada sesi ketiga, Alif Noor Anna, Dewi Novita Sari, dan Afifah Nurlaela dari Fakultas Geografi UMS menyampaikan materi mengenai konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak. Antusiasme peserta semakin terlihat saat diperlihatkan berbagai contoh kerajinan dari barang bekas. Tim juga mengenalkan konsep Bank Sampah, sekaligus menjelaskan bahwa sampah yang dipilah dengan benar dapat memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sejatine Urip, Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Simo Ajak Jamaah Merenungi Makna Hidup Sejati

Sebagai puncak kegiatan, seluruh peserta diajak membangun komitmen untuk menjadi “Pahlawan Lingkungan”. Para siswa menerima lembar checklist kebiasaan ramah lingkungan yang dapat diterapkan setiap hari, seperti membawa tumbler, kotak makan sendiri, serta membuang sampah pada tempatnya. Dengan penuh semangat, siswa kelas IV SD Muhammadiyah Sambon kemudian bersama-sama mengucapkan Janji Siswa untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi bersama para pemateri dan dewan guru, dilanjutkan dengan foto bersama sebagai penanda komitmen bersama dalam menjaga bumi.

Melalui workshop ini, diharapkan siswa SD Muhammadiyah Sambon tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang peduli lingkungan serta mampu menjadi pelopor perubahan di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, mereka diharapkan benar-benar menjadi Pahlawan Lingkungan sejak usia dini.

:::

Ketetapan Masuk Surga atau Neraka Dibahas dalam Kajian Ahad Pahing PCM Boyolali

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement