Berita
Home » Berita » Sejatine Urip, Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Simo Ajak Jamaah Merenungi Makna Hidup Sejati

Sejatine Urip, Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Simo Ajak Jamaah Merenungi Makna Hidup Sejati

SIMO — Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Simo kembali menggelar Kajian Ahad Pagi dengan mengangkat tema “Sejatine Urip”. Kajian tersebut menjadi momentum bagi jamaah untuk merenungi kembali hakikat kehidupan manusia serta tujuan hidup yang sesungguhnya.

Kajian dilaksanakan pada Ahad Pahing, 23 Agustus 2026, pukul 06.00–07.00 WIB, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Simo, Ngaliyan, depan Polsek Simo.

Hadir sebagai pemateri, Ust. Pujiono, S.Si., M.M. Dalam kajian tersebut, jamaah diajak memahami bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan perjalanan menuju kehidupan akhirat.

Tema “Sejatine Urip” mengajak umat untuk tidak sekadar mengejar kesenangan dunia, tetapi mampu menemukan makna hidup melalui keimanan, ibadah, amal saleh, serta kebermanfaatan bagi sesama.

Kehidupan yang sejati bukan hanya tentang seberapa banyak harta yang dikumpulkan, jabatan yang diraih, atau kesuksesan duniawi yang diperoleh. Lebih dari itu, kehidupan harus diarahkan untuk mendapatkan kebahagiaan dunia sekaligus keselamatan di akhirat.

Ketetapan Masuk Surga atau Neraka Dibahas dalam Kajian Ahad Pahing PCM Boyolali

Kajian Ahad Pagi ini menjadi bagian dari ikhtiar Majelis Tabligh PCM Simo dalam menghadirkan ruang pembinaan keislaman bagi masyarakat. Melalui kajian rutin, jamaah diharapkan semakin memahami ajaran Islam dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan juga dapat diikuti secara lebih luas melalui Live YouTube, sehingga pesan-pesan dakwah dapat menjangkau masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung.

Dengan tema “Sejatine Urip”, kajian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki perjalanan hidup yang terbatas. Karena itu, waktu yang diberikan Allah SWT hendaknya diisi dengan amal terbaik, memperbanyak ibadah, menjaga adab, dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Sejatine urip ora mung suwene umur, nanging sepira migunane urip kanggo nggayuh ridha Allah SWT.

Fiqhunnisa’ Bekali Santriwati dengan Pemahaman Fikih Sehari-hari

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement