Berita
Home » Berita » SD Muh PK Banyudono Dipercaya Dampingi Sekolah Kecil di Jawa Tengah oleh Majelis Dikdasmen PWM Jateng

SD Muh PK Banyudono Dipercaya Dampingi Sekolah Kecil di Jawa Tengah oleh Majelis Dikdasmen PWM Jateng

SD Muh PK Banyudono Dipercaya Dampingi Sekolah Kecil di Jawa Tengah oleh Majelis Dikdasmen PWM Jateng

SEMARANG – Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah memberikan kepercayaan kepada sejumlah sekolah unggulan Muhammadiyah di Jawa Tengah untuk menjadi pendamping sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang belum mandiri agar berkembang lebih maju dan berkualitas.

Kepercayaan tersebut tertuang dalam Undangan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pendampingan Sekolah Mandiri Nomor: 209/II.5/B/2026 yang ditandatangani Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Tengah Dr. Iwan Junaidi dan Sekretaris Rahmad Suprapto.

Kegiatan bertajuk Workshop Pendampingan Sekolah Madrasah Muhammadiyah Belum Mandiri Menuju Mandiri se-Jawa Tengah tersebut digelar di Universitas Muhammadiyah Semarang pada Senin, 11 Mei 2026.

Dalam program tersebut, terdapat sepuluh sekolah besar Muhammadiyah yang dipercaya menjadi sekolah pendamping bagi sekolah-sekolah kecil di Jawa Tengah. Salah satunya adalah SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono yang dipimpin oleh Pujiono.

Siswa SD MAHESKA Berani Bicara Bahasa Inggris Langsung dengan Native Speaker Internasional

Adapun sekolah-sekolah pendamping yang ditunjuk Majelis Dikdasmen PWM Jawa Tengah antara lain:

  1. MI Muhammadiyah Ajibarang Banyumas
  2. MI Muhammadiyah Kra anyar
  3. SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat
  4. SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus
  5. SD Budi Mulia Muhammadiyah Tegal
  6. SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono Boyolali
  7. SD Muhammadiyah Pati
  8. SD Aisyiyah Unggulan Gemolong
  9. SD Muhammadiyah Al Kautsar Gumpang
  10. SD Muhammadiyah Kutoarjo

Program pendampingan ini menjadi langkah strategis Muhammadiyah dalam memperkuat mutu pendidikan dasar. Saat ini tercatat terdapat sekitar 277 sekolah SD/MI Muhammadiyah di Jawa Tengah dengan beragam kondisi dan tingkat perkembangan.

Dalam BIMTEK tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang, Prof. Dr. Masrukhi hadir sebagai narasumber utama yang menyampaikan berbagai item penting pendampingan sekolah. Materi yang disampaikan meliputi penguatan kepemimpinan sekolah, tata kelola kelembagaan, budaya mutu, pengembangan sumber daya manusia, strategi branding sekolah, hingga penguatan jejaring dan kemandirian sekolah Muhammadiyah.

Sementara itu, Rahmad Suprapto menyampaikan teknis pelaksanaan pendampingan, mekanisme monitoring, serta target capaian sekolah dampingan agar mampu berkembang secara bertahap menuju sekolah yang mandiri dan unggul.

Kepala SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono, Pujiono menyampaikan rasa syukur atas amanah tersebut. Menurutnya, pendampingan ini bukan hanya tugas administratif, tetapi juga gerakan dakwah pendidikan untuk memajukan sekolah-sekolah Muhammadiyah di daerah.

Siswa SD MAHESKA Berani Bicara Bahasa Inggris Langsung dengan Native Speaker Internasional

“Ini menjadi amanah besar bagi kami. Semangatnya bukan sekadar mendampingi, tetapi saling menguatkan agar sekolah Muhammadiyah di Jawa Tengah semakin maju, berkualitas, dan mampu memberi pelayanan pendidikan terbaik untuk umat,” ujarnya.

Ia juga berharap program ini mampu melahirkan budaya kolaborasi antar sekolah Muhammadiyah sehingga sekolah yang sudah berkembang dapat membantu sekolah lain untuk tumbuh bersama menuju kemandirian dan keunggulan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement