
Sebanyak 90 siswa kelas 5 SD Muhammadiyah PK Banyudono mengikuti kegiatan pembelajaran Deep Learning dan Fun Learning dalam mata pelajaran IPAS melalui praktek membuat simulasi gunung meletus. Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusias di dalam kelas dengan bimbingan guru pengampu, Anggun Wicaktini, S.Pd.
Sebanyak 90 siswa kelas 5 SD Muhammadiyah PK Banyudono mengikuti kegiatan pembelajaran Deep Learning dan Fun Learning dalam mata pelajaran IPAS melalui praktek membuat simulasi gunung meletus. Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusias di dalam kelas dengan bimbingan guru pengampu, Anggun Wicaktini, S.Pd.

Sebanyak 90 siswa kelas 5 SD Muhammadiyah PK Banyudono mengikuti kegiatan pembelajaran Deep Learning dan Fun Learning dalam mata pelajaran IPAS melalui praktek membuat simulasi gunung meletus. Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusias di dalam kelas dengan bimbingan guru pengampu, Anggun Wicaktini, S.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk membuat miniatur gunung api. Melalui kerja kelompok ini, para siswa dilatih untuk belajar berkolaborasi, berdiskusi, serta bekerja sama dalam menyelesaikan proyek pembelajaran.

Setelah miniatur selesai dibuat, siswa melakukan praktek simulasi erupsi gunung api dengan membuat larutan yang berperan sebagai lava letusan gunung. Suasana kelas tampak hidup dan menyenangkan ketika simulasi berlangsung. Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan praktek IPAS tersebut.
Guru pengampu, Anggun Wicaktini, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) yang sesuai dengan kurikulum saat ini, yakni pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung, praktek nyata, dan pembelajaran yang menyenangkan.
“Kegiatan ini bertujuan melatih siswa dalam kerja kelompok, berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama, sekaligus mengasah kreativitas dan inovasi siswa. Melalui praktek langsung, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami siswa,” ujarnya.
Kepala sekolah, Pujiono, memberikan apresiasi atas semangat guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran inovatif tersebut. Menurutnya, kegiatan praktek seperti ini sangat penting untuk membangun pengalaman belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.
Dengan adanya kegiatan simulasi gunung meletus ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami teori IPAS, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.


Comment